Friday, December 1, 2017

terasa mau kiamat,angin puting beliung melanda cirebon

0 comments

 Angin Puting Beliung Terjang Pesisir Cirebon, Sejumlah Bangunan Rusak





Penampakan angin puting beliung di perairan Cirebon membuat geger warga sekitar. Bahkan, angin puting beliung tersebut menerjang papan reklame dan sejumlah bangunan yang berada di dua desa yakni Desa Waruduwur Kecamatan Mundu dan Desa Astanamukti Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Peristiwa ini pun terekam kamera warga yang kemudian menjadi viral di media sosial. Terjadi sekira 15 menit pada Rabu, 29 November 2017 pukul 15.05 wib. Nampak jelas pusaran angin puting beliung yang begitu kencang dan ganas, kejadian ini membuat sebagian warga khawatir dan ketakutan namun ada juga yang mengabadikan momen langka tersebut.

"Beruntung dalam kejadian ini tidak ada kerusakan berat dan korban jiwa," Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan, Kamis (30/11/2017).

Namun demikian, tambahnya, angin puting beliung tersebut merusak sejumlah bangunan milik warga terdiri dari rumah dan toko serta papan reklame. Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan tetap waspada dalam beraktivitas mengingat sudah memasuki musim hujan.
Continue reading →

Banjir di Lombok Timur, Ratusan Rumah hanyut, Rusak, dan Dua Warga Meninggal

0 comments

Banjir di Lombok Timur, Ratusan Rumah Rusak dan Dua Warga Meninggal








Hujan lebat yang mengguyur Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (18/11/2017) sore, menyebabkan banjir di Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah diterjang banjir dan dua orang warga meninggal dunia.

Dua korban meninggal atas nama Wasila Cantika (9) warga Dusun Lokon, Desa Sepit, Kecamatan Keruak dan Rozi Gazali (16) warga Dusun Mungkik, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

"Satu orang meninggal karena kejatuhan bangunan (Cantika) dan satu meninggal karena hanyut (Rozi Gozali)," terang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, melalui pesan singkat, Minggu (19/11/2017).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebut, sebanyak 578 KK dan 2.280 jiwa terdampak banjir. Jumlah warga yang mengungsi 141 jiwa. Empat orang luka-luka dan dua warga meninggal dunia.
Continue reading →

kronologi banjir lombok timur ,sejumlah wilayah lombok timur hilang

0 comments

Begini Kronologi Banjir di Lombok Timur







LOMBOK TIMUR -- Sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir cukup parah pada Sabtu (18/11) kemarin. Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Lalu Masri Habibullah menjelaskan kronologi kejadian.

Awalnya, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di Kecamatan Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru, Sabtu (18/11) sekitar pukul 14.00 Wita. Hujan terus mengguyur wilayah tersebut hingga pukul 21.00 Wita.

Akibatnya, sejumlah bangunan, mulai dari kantor desa hingga polindes tergenang air. Pun, dengan sejumlah permukiman ikut terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 1 meter hingga 3 meter.

"Ketinggian air di permukiman mencapai 3 meter atau sampai atap rumah," ujar Masri saat ditemui ,Republika, di Kantor Camat Keruak, Lombok Timur, Ahad (19/11) malam.

Masri menjelaskan, meluapnya sejumlah aliran sungai menjadi penyebab terjadinya banjir. Pasalnya, banyak pohon tumbang yang berada di sekitar jembatan, yang pada akhirnya menghambat aliran sungai dan meluap ke permukiman warga.

Akibat banjir, sedikitnya 578 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan tersebut terdampak, dengan 50 rumah dalam kondisi rusak berat.

Masri menambahkan, terdapat dua korban meninggal dunia akibat banjir yakni Wasila Cantika (10) asal Desa Sepit karena tertimpa reruntuhan rumah, dan warga Mungkik, Rozi Gozali (16) yang hanyut terbawa arus air.

"Semalam juga ada warga yang hilang, usia 75 tahun karena terbawa arus. Namun, dia ditemukan pagi tadi dalam keadaan selamat kerena dia berpegangan dengan galon kosong," kata Masri.
Continue reading →